CB, Pontianak – Sedikitnya 13 tim dari 20 tim penagak pramuka yang diundang ikut ambil bagian dalam kegiatan Deksa Khatulistiwa Cross City (DKCC) atau Jelajah Kota 2017 di Makodim 1207/BS, Minggu (19/11/2017). Ke-13 tim tersebut mengikuti 6 cabang perlombaan, yaitu lomba navigasi darat yang meliputi pembacaan peta, Menaksir dan Panorama, kemudian lomba Halang Rintang, P3K PPGB, Survival (Bivak dan Memambuat Api), Lomba Pionrering dan Lomba Foto Cinta Kotaku.
Ketua Deksa Khatulistiwa Dwi Yudi Saputra menjelaskan, DKCC tersebut mengambil star dari Kodim 1207/BS menuju ke Jalan Ahmad Yani dan Jalan Perdana yang terdapat Pos Satu dan dilanjutkan ke Jalan Parit Demang dan menuju Pos Dua Jalan Purnama di Koramil Pontianak Selatan dan dilanjutkan ke Gedung Olah Raga-GOR tepatnya di Tugu Pramuka yang merupakan Pos Tiga. Setelah melakukan Lomba Survivel Bivak di Pos Tiga dilanjutkan menuju Kodim 1207/BS untuk melakukan Lomba Pionering.
Dwi Yudi Saputra mengatakan kegiatan DKCC ini untuk membangun penegak-penegak putra agar dapat memahami tentang kota Pontianak, untuk belajar disiplin dan ketahanan serta belajar untuk dapat terampil dalam kegiatan kepramukaan.
“Kami mengadakan Kegiatan ini agar mereka memahami dan mengetahui bahwa ini sebenarnya kegiatan Pramuka yang sesungguhnya. Artinya Pelatihan Kepramukaan bukan hanya sekedar pidato dan kegiatan-kegiatan lain, tetapi inilah Dekspan yang sesungguhnya,” jelasnya.
Lebih lanjut Ketua Deksa Khatulistiwa mengatakan, berbagai materi yang diajrakan tersebut sesuai dengan Krida Saka Wirakartika sendiri. Sementara itu seusai membuka sekaligus Melepas Kegiatan DKCC Wakamarisaka Wirakartika Wilayah Kodim 1207/BS Pontianak dan Kubu Raya Letnan Kolonel (Czi) Darodi Agus mengatakan, jika zaman dahulu di wilayah-wilayah pegunungan namanya Cross Country, tetapi karena Sakawirakartika Kodim 1207/BS ini memiliki wilayah perkotaan sehingga namanya Cross City.
“Ini salah satu kegiaan positif yang mungkin pada saat ini untuk anak-anak zaman sekarang ini sudah bergeser, sehingga kegiatan seperti ini seharusnya dibutuhkan, karena kegiatan seperti ini anak-anak itu selalu melatih kemampuan pramukas dan fisik mereka, sehingga mereka melatih mengenal lingkungan mereka,” ujarnya.
Wakamarisaka Wirakartika Wilayah Kodim 1207/BS Pontianak ini mengatakan jika dalam Cross Country dahulu peserta melatih melihat ada hutan yang gundul, longsor atau dimana ada Sungai mulai kotor, tetapi pafa Cross City mereka melihat dari aspek lingkungannya. Dari aspek lingungan ini dapat melihat rentan banjir, lingkungan calon longsor dan lingkungan rawan macet, maka disitulah nanti dapat berfikir ketika pramuka itu dapat membantu sudah tahu alam atau medannya.
“Itulah yang harus difahami anak muda zaman sekarang yang sosialisasinya kurang, maka dengan kegiatan seperti ini dapat berkumpul dan bekerjasama dalam satu regu serta tidak lagi egois yang selama ini terpedaya oleh permainan playstation dan tidak berhubungan dengan orang lain, maka kondisi ini harus kita dikembalikan kepada jati diri manusia sebagai makhluk social. Apalagi pramuka into sebagai organiasi tertua yang ada di kepemudaan Indonesia, dimana kepanduan itu sudah ada sebelum Indonsia merdeka, sehingga jati diri pramuka tidak boleh luntur,” pungkasnya. (Ertin Primawati)
