CB, Tobasa – BPTP Balitbangtan Sumut, Koordinator Penyuluh, Mantri Tani dan Kelompok Tani di Desa Paindoan panen padi seluas 5 ha dari hamparan 25 ha siap panen. Memasuki minggu I bulan Januari hingga akhir Januari 2018 akan direncanakan panen seluas 1641 ha (6/1/2018).
Hasil yang di dapat sebesar 5-6 t GKP/ha dengan varietas: Mekongga dan Ciherang dengan harga padi GKP : Rp. 4.900/kg, Selain itu panen padi juga dilaksanakan Desa Hutagaol dengan Provitas: 5-6 ton/ha menggunakan varietas Ciherang dan Mekongga , dan memperoleh Provitas sebesar 4.5 t/ha menggunakan Varietas Sibolga pada hamparan padi seluas 17 ha dari 70 ha siap panen sampai akhir Januari 2018. Harga GKP : Rp.4.900.
BPTP Balitbangtan Kementan Sumut menyampaikan bahwa Provitas padi di tingkat petani saat ini masih rendah dibandingkan dengan potensi hasil yang bisa dihasilkan dari VUB yang direkomendasikan oleh KATAM Badan Litbang Pertanian seperti Inpari 27 dan 28.
Saat ini penangkaran benih Inpari 28 sedang dilakukan oleh kelompok penangkar Simarmar Marsada Desa Hutagaol Kec.Balige Kab.Tobasa seluas 10 ha dan saat ini berumur 80 HST. Peluang untuk pergantian VUB padi di Kab. Tobasa semakin terlihat dari hasil wawancara dengan petani Julita Pardede dan Siahaan, ia menyatakan bahwa hasil dari tahun-tahun sebelumnya menurun, sehingga petani sangat mengharapkan adanya varietas unggul baru mengganti benih padi mereka.
Selain itu harapan petani akan varietas unggul padi yang tahan kekeringan dapat diperkenalkan kepada mereka, mengingat Kab.Tobasa memiliki lahan yang berbukit dan sering mengalami kekeringan. BPTP Balitbangtan Sumatera Utara sudah memperkenalkan VUB padi varietas inpari 28 dan pada tahun ini akan memperkenalkan VUB padi inpari 27,34 dan 39 untuk Kab.Tobasa. Semoga petani di Kab Tobasa semakin jaya dengan usahatani padinya. (Ertin Primawati)
