CB – Petani di Temanggung kini bisa lebih mudah kalau ingin menyiramkan pupuk cair atau pestisida ke lahan yang luas. Sekolompok pemuda yang sebagian besar dari komunitas Temanggung Aeromodelling Club berhasil membuat drone yang berfungsi untuk menyemprot tanaman. Tim bernama Hope yang terdiri dari 12 orang ini mendapatkan bimbingan dari Kodim 0706/Temanggung.
Dalam wawancara dengan TV Tani Dandim 0706/Temanggung Letkol Arm Yusuf Setiaji M,Si (Han) menuturkan, ide pembuatan alat penyiram pupuk cair berupa drone muncul pada April 2017 lalu. Tim membutuhkan waktu sekitar 8 bulan untuk merancang dan melakukan riset terhadap produk tersebut.
Tim merakit satu demi satu komponen yang mayoritas merupakan produk lokal lengkap dengan mesin utama yang didatangkan dari Tiongkok. “Dengan ketelitian dan kejelian tim, akhirnya berhasil menciptakan teknologi modern bidang pertanian alat semprot,” tuturnya di sela ujicoba drone Hope di Desa Candimulyo Kecamatan Kedu, Jumat (9/3/2018).
Yusuf menjelaskan, biaya produksi pembuatan alat tersebut mencapai Rp 125 juta. Drone Hope bisa mempersingkat waktu penyemprotan sawah. Bila dengan cara manual, 1 hektare lahan butuh waktu 2 hari, dengan drone cukup 10 menit saja. (Ertin Primawati)
