Kronologisnya Kamis (15/3/2018) pagi mereka berangkat empat orang, Sumiati, Siti, Timo dan Sani berangkat ke sungai terusan Pangolemas, keempatnya tidak menyadari bahwa sungai yang hendak dimasuki cukup dalam dan arusnya cukup deras sehingga mengakibatkan keempatnya tenggelam, beruntung Timo yang usianya cukup tua berhasil segera menepi dan menolong Sumiati.
Hingga “kedua korban tak sempat ditolong oleh pak Timo, sehingga harus terseret arus”,Ujar Kades Wotgalih, Lestari.
Korban yang bernama Siti (19) setelah diangkat jasadnya dari sungai
Lestari, juga menjelaskan bahwa keempat orang tersebut kesehariannya memang pencari eceng gondok untuk dijual kepasar, namun saat terjadi insiden tersebut kemungkinan mereka tidak menyadari kalau sungai yang hendak dimasuki saat itu arusnya sedang deras.
“Dalam keeseharian mereka memang mencari eceng gondok, kebetulan pagi itu aliran sungainya cukup deras sehingga mereka tak sempat menyelamatkan diri”,Tambahnya.
Sementara dari permintaan keluarga korban, jenazah kedua perempuan tersebut tidak mau dioutopsi, dan agar segera dimakamkan disekitaran pemakaman umum mbah Drajid.
“Keluarga korban megikhlaskan atas kematian familinya, sehingga keluarga korban keberatan jika dilakukan outopsi dan meminta kedua jenazah langsung dimakamkan”,Pungkasnya(kar/
