CB, situbondo – Dinas Sosial Kabupaten Situbondo,Jawa Timur, Rabu, mulai menyalurkan bantuan sosial nontunai Program Keluarga Harapan (PKH) kepada sekitar 16.599 keluarga penerima manfaat atau KPM tambahan tahun 2018.
“Untuk keluarga penerima manfaat PKH ini adalah penyaluran bansos nontunai perdana dan mereka langsung menerima buku tabungan dan kartu keluarga sejahtera (KKS) atau kartu sejenis ATM sehingga mereka bisa mencairkan uangnya di ATM bank yang sudah ditunjuk,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Lutfi Joko Prihatin usai acara Penyaluran Bansos Nontunai PKH di halaman Dinas Sosial Kabupaten Situbondo.
Ia menyebutkan pada hari pertama penyaluran bansos nontunai PKH kepada KPM tambahan dimulai penerima dari Kecamatan Kota Situbondo dan selanjutnya hingga 12 April 2018 secara bertahap dilaksanakan penyaluran di 16 kecamatan lainnya.
Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial RI ini, lanjut Lutfi, diberikan atau penyalurannya dibagi menjadi empat tahap, dan pada tahap pertama hingga tahap tiga Rp500.000 per KPM dan tahap terakhir (keempat) Rp390.000.
“Oleh karena itu, pendamping PKH saat melakukan validasi data penerima bisa disingkronkan dengan Angka Kemisikinan Partisipatif (AKP) milik Pemkab, karena data masyarakat yang masuk di AKP belum tentu sudah terakomodir di PKH, saya minta pendamping PKH untuk memperjuangkan masyarakat kurang mampu yang belum menjadi peserta PKH,” ujarnya
Dari pantauan, penyaluran bansos nontunai PKH tahap pertama ini secara simbolis Bupati Situbondo, Kepala Dinas Sosial menyerahkan tabungan dan kartu keluarga sejahtera atau KKS kepada beberapa perwakilan keluarga penerima manfaat PKH. (Ravi)
