CB, Situbondo – Sebanyak 40 orang penyuluh pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendapatkan pelatihan atau diklat pertanian berbasis organik guna membangun dunia pertanian yang ramah lingkungan.
“Dengan menggunakan pertanian organik akan mengembalikan kesuburan lahan pertanian di Situbondo, karena saat ini tercatat ada sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian yang menggunakan bahan kimia,” kata Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto
Diklat pertanian berbasis organik yang yang dilaksanakan di aula Hotel Sidomuncul Situbondo ini akan berlangsung selama 10 hari mulai 20 hingga 27 Maret 2018, dan para peserta pelatihan nantinya diagendakan praktek lapangan di Kabupaten Kediri,’’ujarnya
Dalam pelaksanaan diklat pertanian organik tersebut, katanya, pemerintah juga akan mendatangkan narasumber dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Malang.
“Lahan pertanian yang subur akan menjadi modal utama perekonomian masyarakat situbondo karena seiring berjalannya waktu menjadi ancaman kerusakan lahan pertanian saat ini cukup besar,” ujarnya
Bupati Situbondo berharap,target 10 ribu hektare lahan pertanian organik tahun 2018 ini akan tercapai dan dengan demikian keinginan menjadikan Situbondo sebagai lumbung pangan juga akan tercapai.
“Melakukan perubahan lahan pertanian kimia menjadi organik akan menghemat biaya produksi pertanian.dari itu sangat penting menerapkan pola pertanian organik bukan berarti kembali ke pertanian konvensional namun akan tetap mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern,” tuturnya.
Ia menambahkan, di Kabupaten Situbondo sampai saat ini sudah ada sekitar 210 hektare lahan pertanian yang menggunakan pola pertanian organik.(ravi)
