CB, LUMAJANG – Merasa ditipu belasan Siswa-Siswi SMP2 Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang terkesan kesal dan kecewa, pasalnya mereka merasa dibohongi oleh seorang putri gurunya yang berinisial (YA) warga Desa Munder namun keberadaan ia tidak jelas namun menurut informasi (YA) masih ada hubungan Keluarga dengan Ibu Guru Ediana yang saat ini sudah Purna.
Menurut salah satu Siswa sebut saja (Bunga) menceritakan, kejadian ini awal pertamanya (YA) ini menawarkan jika nanti sudah liburan ia mengajak para Siswa untuk bepergian ke kota malang dengan tujuan Rekreasi yang harus membayar uang sebesar Rp 120,000 ditambah uang baju seragam Rp 30000 total keseluruhan Rp,150.000 perorang.
Salah satu Siswa menuturkan, sebelum jatuh tempo tanggal 20 maret 2022 YA selaku penerima uang operasional untuk biaya ke Kota Malang serta Uang baju seragam, bahkan sebagian ada juga sebagai pembeli hanphone sudah bayar lunas ikut ludes dan tak kunjung pasti,”tuturnya.
Masalah ini Kepala sekolah sendiri mengaku tidak tahu karena ini kejadianya diluar sekolah, bahkan ijinpun tidak ada dari pihak yang bersangkutan, jadi tampa sepengetahu pihak sekolah, Ucapnya ketika dikonfirmasi.
Kasus semacam ini sering terjadi bahkan kadang kala anak anak kita disangka boros dengan uang jajan, ternyata menghabiskan uang hanya saja berurusan dengan orang yang tidak jelas dan pembohong,” tutur Siswa yang tidak mau sebutkan namanya itu.
Lanjut Salah satu perwakilan dari teman Siswa” mengatakan, bahwa semua Siswa yang merasa dirugikan sangat berharap etikat baiknya, tetapi jika itu tidak ada maka jalan keluarnya akan mengadu kepihak yang berwajib,” Sebut salah satu Siswa.
Selanjutnya pihak yang bersangkutan berencana mengembalikan uang tersebut, namun dibayar sebagian dan kekurangannya akan diselesaikan hari senin, tutur salah satu siswa, tetapi janjinya bleset lagi.
Pihak media mencoba untuk mengetahui sejauh mana masalah ini bisa terjadi tetapi YA sulit dihubungi, ditelfon tidak direspon, melalui chat whatsaApp hanya dibaca dan tidak juga dibalas, ternyata memang sengaja tidak dibalas atas perintahnya ibunya Ediana,”jelasnya chat whatsaApp kepada Siswa selaku korban.
Pihak media mencoba untuk konfirmasi terkait kasus ini ke pihak sekolah,dan Kepala Sekolah mengatakan akan pasang bener didepan sekolah agar orang tua wali murid tahu jika ibu Ediana sudah “purna,
Kepala Sekolah juga membantah terkait Rekreasi itu tampa sepengetahu dan persetujuan pihak sekolah jadi ketika terjadi masalah seperti ini seharusnya diselesaikan sendiri,”ujarnya.
Ditempat terpisah Ibu Ediana berikan komentar melalui pihak whatsaApp mengatakan, saya menunggu dan ingin melihat sendiri penyelesaian yg dilakukan anak saya,”jelasnya singkat.
Lanjut Ediana” Anak saya tidak akan berbuat aneh-aneh, apalagi uang senilai itu,saat ujian praktik anak saya bantu murid2 dengan sewa baju dan dekor juga konsumsi senilai 2juta lebih juga tidak banyak bicara, saat anak2 kelas 1 dulu kami ikut kirab budaya juga kami keluar uang, jd apakah dengan yg sudah kami lakukan selama ini kami akan mengambil hak anak-anak,” ucap Ediana kepada wartawan.
Kalau berita itu benar ada hal hal yang tidak baik diterbitkan, sedangkan saya sudah konfirmasi dengan anak anak bahwa hari senin waktu yang cukup lama, bisa jadi hari ini ada penyelesaian, lalu salahnya dimana,”imbuhnya.
Ibu Ediana menceritakan se akan akan YA tidak melakukan kesalahan menurut versinya, tetapi belasan Siswa datang menemui pihak media, semua menceritakan atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh YA itu dibenarkan.
Sebelum kasus ini menjadi sorotan, pihak YA santai santai saja bahkan bicaranya manis dan meyakinkan, setiap ditanya, selalu ada alasan, sehingga belasan Siswa/Siswi dibuatnya kesal dan kecewa apalagi dengan orang tua wali murid, tak lama dengan kejadian ini (YA) akhirnya mengembalikan uang dengan cara menyicil,
laporan reporter Cahaya Baru.id (Har/Gus)
