CB, Tulungagung – Akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, petani melon di Kabupaten Tulungagung mengalami gagal panen. Puluhan hektar tanaman melon terendam banjir, termasuk yang ada di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang sudah berumur 69 hari.
Sunarto Ndondon (48), salah satu petani melon, mengungkapkan bahwa 3,5 hektar lahan melon miliknya juga terendam air dan menyebabkan kerugian besar. “Akibat tingginya curah hujan, tanaman melon saya gagal panen, dan saya rugi ratusan juta rupiah,” kata Sunarto, pada Kamis (21/11/2024).
Lebih lanjut, Sunarto yang akrab disapa Ndondon, menyesalkan kondisi tersebut. Melon yang seharusnya bisa dipanen dalam waktu tiga hari justru busuk akibat terendam air. Ia menjelaskan, meski sudah berusaha mengurangi genangan air dengan menggunakan mesin pompa, upaya tersebut sia-sia karena debit air sungai yang ada di selatan lahan juga sangat tinggi.
“Sudah kami coba menguras lahan dengan mesin pompa air, namun tetap saja tidak berhasil karena debit sungai di selatan lahan kami juga tinggi,” ungkapnya dengan penuh kekecewaan.
(Khirul)
