Connect with us

DAERAH

Festival Layang-Layang Meriahkan Pantai Dlodo, Pemkab Tulungagung Dorong Atlet Tembus Level Internasional

Published

on

CB, TULUNGAGUNG – Festival layang-layang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai salah satu olahraga yang digemari hingga ke berbagai negara. Hal itu terlihat dalam Festival Layang-Layang yang digelar di Pantai Dlodo Citra Gemilang, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Minggu (6/9/2026).

Ribuan penonton dari berbagai daerah tampak memadati kawasan pantai untuk menyaksikan beragam bentuk dan ukuran layang-layang yang diterbangkan di kawasan pesisir selatan Tulungagung tersebut.

Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Hari Olahraga Nasional (Haornas), sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 yang diperingati setiap 18 November.

Salah satu yang menarik perhatian dalam festival tersebut adalah layang-layang berbentuk kepala naga berukuran raksasa dengan panjang mencapai puluhan meter. Layang-layang tersebut diketahui pernah meraih juara dalam kompetisi tingkat nasional.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu peluang untuk mengangkat nama Tulungagung, bahkan Indonesia, apabila dapat dikembangkan dan dibawa ke ajang internasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga layang-layang di Tulungagung, termasuk apabila terdapat kesempatan untuk tampil di tingkat internasional.

“Kalau regulasi dan mekanismenya memungkinkan untuk diberangkatkan ke ajang internasional, tentu kami akan berupaya memfasilitasi. Prinsipnya, kami mendukung atlet atau pegiat layang-layang Tulungagung agar bisa berprestasi lebih tinggi,” ujar Achmad Mugiyono di sela festival.

Namun, menurutnya, penyelenggaraan dan keikutsertaan dalam kompetisi layang-layang tingkat nasional pada prinsipnya berada dalam koordinasi organisasi atau korwil di tingkat pusat. Meski demikian, Dispora Tulungagung akan terus mendorong agar pegiat layang-layang daerah mampu mempertahankan prestasi dan meraih juara di tingkat nasional.

“Untuk event nasional tentu ada mekanisme dan koordinasi dengan korwil maupun pusat. Namun, dari daerah kami tetap memberikan dukungan dan mendorong agar potensi yang ada di Tulungagung bisa terus berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rejosari, Sudikan, mengatakan festival layang-layang tersebut diharapkan mampu menjadi sarana promosi destinasi wisata di wilayah selatan Tulungagung.

Karena, menurutnya, semakin banyak wisatawan yang datang akan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi wisata.

“Dengan semakin dikenalnya destinasi wisata di wilayah selatan, kami berharap kunjungan wisatawan juga meningkat. Dampaknya tentu akan dirasakan masyarakat, terutama para pelaku UMKM,” katanya.

Sudikan juga berharap akses jalan menuju kawasan wisata, termasuk jalur yang terhubung dengan Jalur Lintas Selatan (JLS), terus mendapatkan peningkatan kualitas sehingga semakin mudah dilalui wisatawan.

Selain festival layang-layang, Pemerintah Desa Rejosari juga berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk mengembangkan berbagai kegiatan olahraga dan wisata olahraga lainnya, termasuk potensi olahraga paralayang.

“Yang jelas, dengan adanya festival layang-layang ini, wisatawan dari berbagai kota datang ke Tulungagung bagian selatan. Harapannya, destinasi wisata semakin maju dan UMKM masyarakat juga semakin berkembang,” pungkas Sudikan.
(Tim)