SOSBUD
Wali Kota Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila
CB, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan bendera hitam sebagai penanda bagi perangkat daerah (PD) yang dinilai gagal membina Kampung Pancasila. Sebaliknya, PD yang berhasil mendorong perubahan positif di wilayah binaannya akan mendapatkan bendera putih.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) pada PD yang ditugaskan mendampingi Kampung Pancasila di setiap RW.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, setiap RW memiliki satu ASN pengampu yang bertanggung jawab mengawal kegiatan sekaligus mendorong perubahan di wilayah tersebut. ASN pengampu dapat berasal dari dinas, bagian, badan, kecamatan, maupun kelurahan.
“Maka setiap ASN yang memegang kampung tadi itu bertanggung jawab terhadap kegiatan Kampung Pancasila. Karena itu nanti ASN, saya berharap bisa mengubah kampung-kampung ini jadi Kampung Pancasila,” kata Wali Kota Eri, Senin (14/9/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan pengampu dalam membina Kampung Pancasila akan menjadi bagian dari evaluasi. ASN yang berhasil mendorong perubahan akan mendapat apresiasi berupa bendera putih yang dipasang di kantor. Sementara pengampu yang dinilai belum berhasil akan mendapat bendera hitam.
“Kalau tidak ada perubahan maka pengampu yang memegang RW itu akan kita berikan reward. Rewardnya apa? Ada dua. Yang berhasil kita kasih bendera putih di kantornya, yang tidak berhasil menjalankan Kampung Pancasila, maka kita berikan bendera hitam untuk dinasnya,” tegasnya.
Menurut dia, pemberian bendera tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan Kota Surabaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Baginya, pemerintah juga harus mampu mengajak masyarakat terlibat dalam membangun dan menjaga wilayahnya masing-masing.
“Agar apa? Agar kita sadar betul membangun Kota Surabaya bukan hanya pemerintahnya, tapi bagaimana pemerintah bisa mengajak seluruh warga Surabaya membangun kotanya sendiri, membangun wilayahnya sendiri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, bendera hitam akan menjadi salah satu indikator yang berpengaruh terhadap evaluasi kinerja kepala PD. Bahkan, evaluasi tersebut dapat menentukan keberlanjutan jabatan kepala perangkat daerah. “Bendera hitam ini akan berpengaruh terhadap kinerja Kepala PD. Apakah terus menjadi Kepala PD atau tidak,” tegasnya.
Ia berharap Kampung Pancasila tidak sekadar menjadi program, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dari lingkungan paling dasar. Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan dan membangun wilayah secara bersama-sama.
“Sehingga saya berharap kampung Pancasila ini bisa mengubah Surabaya mulai dari dasar. Mengajak warga Surabaya merubah paradigma, mengubah kebiasaan yang menentukan nasib Kota Surabaya ini,” pungkasnya. (bud)
