Connect with us

TNI-POLRI

Kesigapan Babinsa Koramil 0812/09 Mantup Tangani Kebakaran Kandang Ayam di Desa Rumpuk

Published

on

​CB, Lamongan — Aksi cepat dan sigap ditunjukkan oleh jajaran Babinsa Koramil 0812/09 Mantup dalam merespons bencana kebakaran yang menimpa sebuah usaha peternakan warga. Peristiwa kebakaran kandang ayam tersebut terjadi di Dusun Rumpuk, Desa Rumpuk, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan.

​Peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui pada Selasa pagi (15/09/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Kandang ayam yang baru saja diisi dengan bibit ayam tersebut mendadak mengeluarkan kobaran api yang langsung membesar dan melalap area peternakan.

​Mendapat informasi mengenai kejadian tersebut, Babinsa Desa Rumpuk, Serma Sugeng, bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Kehadiran personel TNI di lokasi dilakukan untuk langsung membantu proses penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

​Berdasarkan hasil pengecekan dan pengumpulan data di lapangan, kandang peternakan ayam yang terbakar tersebut diketahui merupakan milik Bapak Heru, warga asal Gresik. Kondisi cuaca di sekitar lokasi pada saat kejadian terpantau cerah.

​Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting pada alat penghangat (oven) ayam yang berada di dalam area kandang. Suhu alat yang terlalu tinggi mengakibatkan komponen alat meleleh hingga memicu munculnya percikan api dan membakar material kandang.

​Sekitar pukul 07.00 WIB, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Sektor Kecamatan Ngimbang tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas Damkar bersama Babinsa dan unsur terkait bahu-membahu menaklukkan si jago merah agar tidak meluas ke area sekitarnya.

​Selain Babinsa Serma Sugeng, beberapa unsur aparat dan pemerintah setempat juga hadir langsung di lokasi kejadian. Di antaranya Kepala Desa Rumpuk Bapak Sudarsono, anggota Polsek Mantup Aiptu Lendik, serta Kasi Trantib Kecamatan Mantup Bapak Imam Safi’i.

​Berkat kerja sama yang solid antara petugas Damkar, TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas juga memastikan tidak ada lagi titik api baru di sekitar lokasi koordinat peternakan.

​Dalam musibah kebakaran ini, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka, baik dari pihak pekerja maupun warga sekitar. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1 miliar akibat musnahnya bangunan kandang beserta bibit ayam di dalamnya.

​Sinergi dan kesigapan Babinsa bersama instansi terkait dalam penanganan musibah ini menjadi bukti nyata hadirnya TNI di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan bantuan cepat saat situasi darurat terjadi di wilayah pembinaan.(Lg)

Bagikan