CB, SIDOARJO – Memprihatinkan , dan menjadi masalah serius, akan menghadang langkah Camat Buduran , Sentot Kunmardianto. Dia dilaporkan ke Polda Jawa Timur, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap kedua korban , Karin (18) dan Volla (18), staf dikantornya . Laporan Polda (LP) TBL/1366/X/2017/UM/Jatim , atas tindak pidana pencabulan (pasal 289 KUHP). Kini kasus tersebut dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo, pada Selasa (21/11/2017). Usai dilimpahkan Unit PPA Satreskrim Polres Sidoarjo, pelapor langsung diperiksa petugas Unit Perlindungan Anak dan Perempuan .
Dua korban , Karin dan Volla yang baru lulus dibangku SMU itu didampingi kedua orang tuanya beserta tim kuasa hukumnya. Menurut keterangan Anjun, orang tua Karin, Agustus lalu, Karin dan Volla, dipekerjakan terlapor dibagian pelayanan masyarakat di kantor kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Keduanya mendapat gaji per bulan Rp.700 ribu, dan setiap minggu dikasih uang makan Rp.100 ribu. Karena sudah mendapatkan gaji, kedua gadis cantik tersebut merasa senang. Lalu keduanya bekerja dengan tekun . Entah apa sebabnya ada dibenak Sentot , camat Buduran itu, setiap pertemuanya seminggu sekali saat mengambil uang diduga diperlakukan tidak senonoh. “Saya risih kelakuan camat , masa setiap dipanggil untuk ambil uang makan diruanganya saya dilecehkan, dipeluk, digerayangi, diciumi. Bahkan bagian terlarang saya diraba-rabah,” ujar Karin, pada Cahaya Baru, saat pemeriksaan di Unit PPS Polres Sidoarjo (21/11) didampingi Anjun orang tua Karin.
Tidak hanya itu , Anjun , sebagai orang tua korban, yang pernah diceritain anaknya mengatakan, suatu ketika sehabis sholat Jumat, Camat Sentot , yang masih memakai sarung memanggil Karin keruangannya. Lalu Karin disuruh duduk dan secara tiba-tiba Sentot camat biadab itu membuka sarungnya sambil memperlihatkan kemaluaya pada Karin, lalu disuruh memegang secara paksa, kemaluan camat tidak tahu diri itu.Tak ayal anak saya histeris menjerit . dan pada saat itu juga ada seorang perempuan yang masuk mengetahui kejadian yang dilakukan camat biadab dan tidak bermoral tersebut. “hatinya seperti tertimpa gunung, diceritain anak saya seperti itu. Saya tidak terima kelakuan camat yang memperlakukan perbuatan tidak senonoh pada anak saya,” keluh Anjun, terlihat air matanya berkaca-kaca.
Tampaknya kelakuan camat Sentot, tidak hanya pada Karin, teman akrapnya Volla yang berkerja sebagai staf kantor kecamatan Buduran mengalami hal serupa , dilecehkan dengan cara tidak manusiawi.
Pengacara korban , Abde SH, minta polisi serius menangani kasus tersebut.”kami minta pihak kepolisian serius menindak lanjuti kasus ini secepatnya dan memproses kepengadilan,” Ujar Abde SH, pihaknya juga akan melaporkan ke Inspektorat Kabupaten Sidoarjo.
Camat Sentot Kunmardianto dimintai klarifikasi dkantornya (23/11) membantah, semua nya tidak benar apa yang dikatakan korban maupun ibu korban. Tuduhan Itu fitnah, saya sabar saja, kok setega itu menyampaikan pada media dan melaporkan saya ke pihak kepolisian . semestinya ngomong dulu kepada saya. “ Itu fitnah ya, saya tidak pernah melakukan perbuatan tak terpuji pada staf saya,” Ungkap Sentot, pada Cahaya Baru, mengaku sudah banyak membantu pada ibu korban , selain memperkerjakan anak sebagai staf honorer juga tak jarang secara finansial. Tapi saya secara suka rela membantu dan tidak ada niatan berbuat yang tidak-tidak. “ Saya sempat kaget dilaporkan ke kepolisian. Kini saya pasrah dan mengikuti proses hukum ,” Ujar Camat Sentot, atas kejadian yang menimpa dirinya bisa jadi ada faktor politis. Karena , saat ini ada lelang jabatan kepala dinas dan dirinya mengikuti “ Saya menduga atas pelaporan yang menimpanya ada kaitannya dengan penggalangan pemilihan kepala dinas,” ujar Sentot, beralibi. (Ful)
