Hari Jadi Kota Lumajang Ke 764 Adakan Festival Budaya Daerah

CB, Lumajang – Festival Budaya daerah Kota lumajang yang berlangsung di Pendopo Arya wiraraja Pemerintahan Kota lumajang berlangsung meriah. Sebagai festival budaya dan atraksi kesenian dari berbagai daerah di tanah air sukses menarik perhatian penonton.

Adapun beberapa atraksi kesenian yang ditampilkan antara lain kuda kencak dari warga lumajang sendiri, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada juga pertunjukan tari remong kembar Alah jawa timuran,”jelasnya.

“Acara ini merupakan cerminan keberagaman Kota lumajang  Melalui festival budaya ini, mari kita rawat dan lestarikan budaya leluhur,” kata bupati dalam sambutanya pelaksana festival budaya lumajang,

Bupati menambahkan, Festival Budaya  merupakan upaya Pemerintah Kota lumajang mempopulerkan keragaman budaya di Kota lumajang. Ia berharap melalui festival tersebut warga Kota lumajang dapat mengetahui berbagai budaya yang berkembang di wilayahnya.

“Melalui festival budaya, kami harapkan masyarakat lumajang dapat mengetahui kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah serta bermacam pedagang makanan hasilnya diputer akan kembali kepada masyarakat lumajang,”ungkapnya

Apalagi, lanjutnya, festival budaya yang sudah digelar serta hari jadi kota lumajang yang ke 764 ini disaksikan oleh masyarakat maupun muda mudi di Kota lumajang. Sehingga secara tidak langsung memberikan edukasi pada generasi muda.”jelasnya.

Tak hanya menampilkan ragam budaya daerah, untuk menghibur pengunjung, panitia penyelenggara menyiapkan puluhan stand kuliner, fashion, ataupun kerajinan tangan oleh para pelaku UKM se-Kota lumajang dan juga para komunitas-komunitas seni yang ada di wilayah ini dilakukan sangat sukses dan meriah,”ujarnya.

sebanyak 90 peserta pawai Jaran kencak atau kuda menari yang menjadi kesenian khas Kabupaten Lumajang,

Kesenian jaran kencak yang merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia ini, merupakan sebuah kesenian dari Lumajang, jawa Timur dengan menggunakan kelincahan seekor kuda yang di hias pakaian zirah perang khas jawa.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M. ML., yang membuka secara resmi Jaran Kencak Glow In The Dark itu mengungkapkan, pawai jaran kencak kali ini, sengaja diadakan pada malam hari, sehingga terkesan berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya.

“Jadi penyelenggaraan pawai kali ini berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, dulu kami laksanakan siang, namun kali ini kita laksanakan malam hari agar lebih terpancar pakaian hias warna warninya,” ujarnya.

Bupati berkeinginan, agar event warisan budaya tak benda Indonesia ini bisa me-nasional, dalam arti dapat menarik kalangan masyarakat luas untuk menikmati kesenian khas Budaya Lumajang, baik nasional maupun internasional.

Selain itu, Pemkab Lumajang juga akan menyelenggarakan event – event dengan ide – ide  yang lebih menarik di tahun yang akan datang. “Kami berkeputusan akan melakukan kegiatan yang lebih tertata lagi, sehingga dapat menarik wisatawan dari luar Kabupaten Lumajang,” ujarnya

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., atau Bunda Indah Masdar menyebutkan, bahwa kegiatan itu merupakan sebagai bentuk untuk melestarikan jaran kencak sebagai seni khas dan unggulan di Lumajang.

“Jaran kencak ini menampilkan kuda yang menari dengan mengikuti irama –  irama lagu, jadi ini kesenian khas yang menarik di Lumajang” terangnya.

Bunda Indah menambahkan, tahun depan pihaknya juga akan melakukan penataan event – event kebudayaan untuk  melestarikan kesenian khas Kabupaten Lumajang, sehingga dapat mendatangkan wisatawan mancanegara laporan reporter cahaya baru,(Hardy) cetak kafer depan (har)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *