Pemkab Bangkalan Paparkan Alasan Penurunan RAPBD 2018

CB, BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyampaikan alasan penurunan APBD 2018. Penyebabnya, karena adanya peraturan pemerintah pusat tentang pencairan dana bantuaan operasional sekolah (BOS) yang tidak lagi dimasukan ke rekening pendapatan.

Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Eddy Moeljono dalam penyampaian nota jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Bangkalan terhadap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018, di Aula DPRD Bangkalan, Kamis (16/11/2017).

Menurut Iyon, sapaan akrab Eddy Moelojono, penurunan tersebut dikarenankan adanya peraturan pemerintah pusat tentang pencairan dana bantuaan operasional sekolah (BOS) yang tidak lagi dimasukan ke rekening pendapatan daerah. “Tadi sudah kita jelaskan alasan penuruan itu,” ungkapnya.

Jika  mengacu pada APBD 2017, kata Iyon, sebesar Rp 2.129.124.851.047. Sedangkan proyeksi pendapatan 2018  sebesar Rp 2.034.483.120.521. “Pendapatan APBD Perubahan 2017 sebesar Rp 2.192.764.541.386. Jelas mengalami penurunan,” katanya.

Menurutnya, jika fraksi tidak puas dengan pemaparan jawaban yang sudah disampaikan maka menurut dia, hal itu dapat dibahas di hearingkomisi dengan mitra kerja mereka masing-masing. “Tangggal 14-16 Desember ini bisa dibahas di hearing komisi-komisi dengan mitra masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi mengatakan, untuk proyeksi pendapatan mengalami penurunan cukup besar, akan tetapi menurutnya, Pemkab Bangkalan bersama legislative akan terus melalukan perbaikan baik dari proses maupun substansinya. “Dari segi proses kita berharap agar tidak terlambat seperti tahun lalu. Sementara substansinya tadi memang sudah dipaparkan tentang penurunannya,” terangnya. (hms/mam) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *