Pangdam VI/Mlw : Jangan Mudah Terhasut Tipu Muslihat Komunis Faham Radikal

CB, Balikpapan – Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Sonhadji, S.I.P., M.M., mengajak dan menghimbau kepada seluruh Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Kodam VI/Mlw, FKPPI dan PPM  beserta Pemuda dan Pemudi agar selalu mewaspadai dan tidak mudah terhasut oleh tipu muslihat dan propaganda komunis

Tingkatkan kewaspadaan guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis yang selalu berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia maupun Faham Radikal yang selalu berupaya untuk memaksakan penggunaan Syariat Islam dalam sendi-sendi keagamaan dan ketatanegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI, SEHINGGA PERLU UPAYA PROAKTIF DARI Apkowil dan unsur Intelijen dalam membantu pengawasan dan pencegahan sebagai langkah antisipasi terhadap Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal.

Ajakan Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Sonhadji tersebut disampaikan melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Waaster Kasdam VI/Mlw  Letkol Arm G. Hasto pada acara Sosialisasi Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal yang berlangsung di Gedung Balai Sudirman Balikpapan Kamis, 16 Nopember 2017.

Acara Sosialisasi ini mengambil tema : “Melalui Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal, Prajurit TNI AD senantiasa waspada dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan bangsa dan NKRI dari segala bentuk ancaman terutama bangkitnya kembali Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal “, diikuti oleh sekitar 250 Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kodam VI/Mlw, FKPPI dan PPM sewilayah Garnizun Balikpapan.

Mayor Inf Anton Mahriadi, S.Sos, (Pabanda Wanwil SterdamVI/Mlw) selaku pemberi materi dalam kesempatan itu selain menjelaskan tentang perbuatan biadap Komunis dimasa yang lalu, juga mengharapkan kepada para Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kodam VI/Mlw agar mewaspadai gerakan Kiri Baru yang merupakan gerakan Radikal yang karakternya antara lain selalu mencela kemapanan, selalu mengancam insekonsistensi sistem kebobrokan sosial, Korupsi, menjadi penindasan politik, ketidak adilan, kerusakan lingkungan, diskriminasi dan kulturalisme.

Usai kegiatan sosialisasi tersebut, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *