CB, Mojokerto – Maraknya banjir dibeberapa wilayah Prov. Jatim benar-benar sangat menyita perhatian Kapolsek Mojosari (Kompol Herry Sucahyo, SH). Pada saat apel pagi di Mapolsek Mojosari, Kapolsek memberikan penekanan kepada seluruh anggota Polsek Mojosari agar setiap hari membawa jas hujan yang telah diberikan oleh dinas, sehingga pada saat melaksanakan tugas sehari-hari tidak terhambat oleh hujan dan identitas sebagai anggota Polri mudah dikenali oleh anggota masyarakat, dikarenakan memang desain dari jas hujan dinas tersebut sengaja dibuat agar masyarakat dapat dengan mudah mengetahui bahwa si pemakai adalah anggota Polri.
Tidak puas hanya memberikan penekanan kepada anggota pada saat Apel pagi, Kapolsek Mojosari dengan didampingi oleh Panit 1 Sabhara Polsek Mojosari (Ipda Joko Suyoko) turun langsung ke daerah-daerah di Kec. Mojosari yang rawan terjadinya banjir, terutama desa-desa yg berbatasan langsung dengan pecahan anak sungai berantas, antara lain Ds. Kedunggempol, Ds. Modopuro dan Ds. Jotangan. Diketiga desa tersebut, Kapolsek Mojosari dengan didampingi oleh Panit 1 Sabhara mengecek langsung kondisi tanggul penahan air dan juga menberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat agar selalu memperhatikan dan memperbaiki kondisi tanggul, apabila kondisi tanggul mengalami kerusakan karena tergerus oleh air.
Selain itu Kapolsek Mojosari juga memberikan himbauan agar masyarakat diketiga desa tersebut, tidak membuang sampah ke sungai, serta rajin untuk membersihkan saluran-saluran air yang ada, sehingga tidak menghambat aliran air ke sungai. Sedangkan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda diharapkan agar segera menghubungi Polsek Mojosari atau Polres Mojokerto apabila terjadi banjir atau jebolnya tanggul diwilayah mereka masing-masing. (Ertin Primawati)
