Darmo Hill Sepakati Kompensasi 6,2 Milyar Untuk Warga Dukuh Pakis

CB, SURABAYA – Pengembang Apartemen Darmo Hill PT.Lamicitra Nusantara menyepakati pemberian kompensasi sebesar Rp6,2 Milyar kepada warga RT 02/RW 05 dan RW 06 Dukuh Pakis, terkait tuntutan pemberian tali asih.

Kesepakatan ini mengemuka saat dengar pendapat (Hearing) di Komisis C DPRD Kota Surabaya, yang dihadiri oleh warga dan pengembang Darmo Hill, di gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (03/08/2018).

Direktur PT Lamicitra Nusantara, Ir.Priyo Setiabudi mengatakan, pihaknya sudah sepakat dengan apa yang diminta warga terkait dengan tali asih itu.

“Intinya kami sudah sepakat, tapi pembayarannya persatu tower, bukan semuanya dibayar dimuka.”Ujarnya kepada wartawan usai hearing dengan Komisis C di gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (03/08/2018).

Priyo juga menambahkan, jika tuntutan warga itu  terlalu terburu-buru, Karena pihaknya belum melakukan aktivitas pembangunan apapun.

Ia kembali menjelaskan, untuk merealisasika pembayaran tali asih, kami juga harus melihat kondisi perekonomian, karena kondisi bisnis sampai semester pertama tahun ini memang diakui belum bergairah.

“Bisnis sedang lesu dampaknya penjualan properi maupun sektor lain pun ikut imbasnya. Tapi kami memenuhi kesepakatan jika unit kita booming terjual, maka tali asih 6,2 milyar akan kami bayar.”Jelasnya.

Dirinya kembali mengatakan, kami sudah menyadari bahkan menyiapkan program itu, tapi pelaksanaannya bertahap (tidak sekaligus) yakni di setiap penyelesaian pembangunan tower, meskipun rencananya memang tujuh tower, dan itu akan kami penuhi semua.

Persoalan pembangunan tujuh Tower Apartement Darmo Hill dengan warga terkait tuntutan pemberian tali asih, kembali dibahas oleh Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Dalam rapat dengar pendapat kedua yang digelar Jumat, 3/8/2018, untuk mencari kesepakatan terkait dengan tuntutan tali asih warga. Yang nilainya sekitar Rp 6,2 miliar tersebut. Sebagai kompensasi pembangunan tujuh tower Apartemen Darmo Hill.

Sementara itu Ketua Komisi C Syaifudin Zuhri menyambut baik kesanggupan PT Lamicitra Nusantara.

“ Pengembangkan sudah menyanggupi tuntutan warga, jadi sepakat, namun pemberian tali asih itu dibayar pertower. Ini sudah bagus ada titik temu,” ungkap Syaifudin Zuhri saat haering di KomisiA C DPRD Kota Surabaya.

Syaifudin menambahkan, pihaknya berharap agar warga juga bisa menerima kesepakatan itu, dan Pengembang bisa menjalankan kewajibanya dengan baik.

“Kami siap bertanggung jawab jika pengembang tidak melakukan kewajibanya kepada Warga,” katanya.

Sementara itu perwakilan warga Dukuh Pakis RW 2, RW 5 dan RW 6 yang hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut, masih akan berunding lagi dengan seluruh warga terkait dengan pembayaran yang dilakukan secara bertahap.

“Kami akan berbicara lagi dengan warga, karena tuntutan kami semula adalah pembayaran terhadap pembangunan tujuh tower senilai Rp 6,2 milyard yang dibayar dimuka” kata Suparno Ketua Tim 9. (bolang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *