Harga Minyak Goreng Mahal, Disperindag Jatim dan Tulungagung Gelar Operasi Pasar

CB, TULUNGAGUNG – Hadirnya Pendemi Covid-19, telah membawa perubahan terhadap dunia dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun, upaya untuk menghambat penyebaran virus Corona telah menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat.

Tak pelak, untuk menghadapi krisis ekonomi ini, pemerintah pusat pun telah menggelontorkan berbagai jenis bantuan sosial agar bisa sedikit meringankan beban rakyatnya. Dan, saat ini, perekonomian di Indonesia tentu belum pulih sepenuhnya. Akan tetapi, rakyat kini terbebani dengan harga sembako yang kadang masih naik turun alias belum setabil.

Dalam waktu sepekan ini misalnya, harga minyak goreng mencapai diatas Rp.20.000. Tentu, dampak Covid-19 yang telah menghambat kegiatan perekonomian sangat menambah beban bagi masyarakat.

Dalam upaya menstabilkan harga minyak goreng ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur dan Disperindag Kabupaten Tulungagung telah melakukan kerjasama dengan mengadakan Operasi Pasar. Tak pelak, Operasi Pasar yang digelar dihalaman kantor Disperindag Tulungagung ini diserbu ribuan orang. Sedangkan dalam Operasi Pasar Minyak Goreng ini dipatok per liternya Rp.14.000 dan maksimal dengan pembelian 2 liter/KTP.

Mereka, para masyarakat, untuk bisa mendapatkan harga murah minyak goreng itu, yakni harus membawa foto copy 1 lembar dan membawa KTP asli, membayar dengan uang pas (Rp.28.000, red) serta diwajibkan mamakai masker dan tetap melaksanakan prokes.

“Ini memang program Operasi Pasar, terkait dengan mahalnya harga minyak goreng. Walaupun pemerintah kemarin sudah menyatakan bahwa harga minyak goreng satu harga Rp.14.000, itukan masih dimulai dari titik modern,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Tulungagung Drs Tri Hariyadi MSi melalui Kepala Bidang Perdagangan Nur Lailil S.PP kepada Cahaya Baru.

Sehingga, lanjutnya, untuk pasar tradisional yang yang lebih mencakup masyarakat luas, untuk saat ini belum bisa merata. “Sehingga kami dari Disperindag berupaya untuk membantu masyarakat dengan melaksanakan Operasi Pasar ini,” paparnya.

Dan, imbuh Nur Lailil, dalam kegiatan Operasi Pasar ini, Disperindag Kabupaten Tulungagung telah bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Jatim serta PT Megasurya, Kabupaten Sidoarjo.

“Dalam Operasi Pasar Minyak Goreng ini, kami bekerjasama dengan Disperindag Jawa Timur yang dalam hal ini juga kerjasama dengan PT Megasurya. Alhamdulillah untuk operasi Pasar ini kami mendapat suport 2.508 liter,” jelas Nur Lailil.

Masih kata Nur Lailil, pihaknya juga akan berupaya membangkitkan para pelaku-pelaku usaha IKM, khusunya yang bergerak di bidang makanan minuman. Untuk itu, pihaknya pun bakal melakukan koordinasi dengan pelaku usaha.

” Kami masih berupaya untuk pelaku-pelaku usaha dan mudah-mudahan nanti juga ada suatu suport untuk membangkitkan para pelaku IKM yang ada di Tulungagung,” jelas Nur Lailil.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *