Imunisasi Anak Sekolah di Desa Jarakan: BIAS Difteri Diharapkan Tingkatkan Perlindungan Kesehatan

CB, Tulungagung – Bulan Agustus dan November dikenal sebagai Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Pada bulan-bulan tersebut, siswa kelas 1, 2, 5, dan 6 SD/MI mendapatkan imunisasi rutin lanjutan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyakit seperti Campak, Rubela, Difteri, Tetanus, dan Kanker Serviks.

Misalnya, anak kelas 1 mendapatkan imunisasi MR dan DT, anak kelas 2 mendapatkan imunisasi Td, anak kelas 5 mendapatkan imunisasi Td dan HPV1, serta kelas 6 mendapatkan imunisasi HPV2. Pemberian imunisasi MR bertujuan untuk mencegah Campak dan Rubela, imunisasi DT dan Td untuk mencegah Difteri dan Tetanus, serta imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks.

Sasaran BIAS ini tidak hanya mencakup anak-anak yang bersekolah, tetapi juga anak usia sekolah yang tidak bersekolah sesuai ketentuan umur. Imunisasi diadakan di Balai Desa Jarakan, Kecamatan Gondeng, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu, 18 Desember 2024, dan diperoleh secara GRATIS.

Kepala Desa (Kades) Jarakan, Suad Bagiyo, turut berpartisipasi dalam pelaksanaan BIAS kali ini.

“BIAS kali ini diikuti sekitar 120 anak dari SDN 1 dan 2 Jarakan. Kami melibatkan dua bidan desa dan dibantu oleh kader kesehatan desa Jarakan,” kata Kades yang akrab disapa SBY.

SBY juga menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan BIAS Difteri. Ia mengungkapkan bahwa imunisasi ini sangat penting, terutama di musim penghujan, untuk mencegah anak-anak terhindar dari penyakit seperti kejang-kejang, demam, dan batuk.

“Selama ini, masih banyak warga yang meludah sembarangan, batuk, dan bersin tanpa menutup mulut. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan,” ujar SBY.

SBY berharap pelaksanaan BIAS Difteri ini dapat meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh anak-anak terhadap berbagai penyakit.

Di tempat yang sama, Denok Lestari, bidan desa, menyampaikan bahwa pelaksanaan BIAS Difteri seharusnya dilakukan pada bulan Agustus-November, namun baru bisa terlaksana pada bulan Desember. “Pada bulan Agustus-September, vaksin belum tersedia, sehingga pelaksanaan BIAS Difteri baru dapat kami lakukan pada Desember 2024,” jelasnya. (Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *