CB, TULUNGAGUNG – Dalam kurun waktu lebih dari satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo–Ahmad Baharudin, kinerja pemerintah daerah menuai apresiasi dari masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan. Jalan-jalan yang sebelumnya rusak cukup lama kini mulai diperbaiki, meskipun belum seluruhnya tersentuh pembangunan.
Sejumlah warga di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasinya terhadap upaya tersebut. Mereka menilai pembangunan akses jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Kami sebagai masyarakat sangat mengapresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung yang telah berupaya membangun kembali jalan-jalan yang lama rusak. Akses jalan merupakan kunci utama untuk membangkitkan perputaran ekonomi di Tulungagung,” ujar beberapa narasumber.
Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, mengatakan bahwa pembangunan membutuhkan proses dan harus dilakukan berdasarkan skala prioritas.
“Pak Bupati juga sering mengusulkan lokasi-lokasi pelaksanaan pembangunan, dan sebagian sudah berjalan,” ungkap Marsono.
Namun demikian, ia menyadari masih banyak sektor lain yang membutuhkan perhatian dan waktu. Menurutnya, progres pembangunan perlu dilihat secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
“Kita tunggu saja progresnya dalam satu tahun berjalan, sejauh mana persentase capaian pembangunan yang telah direncanakan,” jelasnya.
Terkait adanya protes masyarakat, khususnya dari wilayah yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur jalan, Marsono menilai hal tersebut sebagai hak masyarakat.
“Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Dalam pemilu, mereka memberikan mandat kepada pemimpin dengan harapan mampu melakukan yang terbaik bagi masyarakatnya,” ujarnya.
Marsono menambahkan, selama program-program yang dijanjikan telah dilaksanakan dengan baik, maka secara konsekuensi politik kewajiban tersebut telah dipenuhi.
“Masih banyak wilayah yang memang perlu pembangunan. Selain itu, pembangunan juga tidak selalu terfokus pada satu sektor saja, seperti jalan,” katanya.
Menurutnya, penentuan skala prioritas dalam pembangunan sangat penting, namun harus dibarengi dengan pemerataan agar tidak terjadi kesenjangan antardaerah di Kabupaten Tulungagung.
Saat ditanya mengenai hubungan antara eksekutif dan legislatif dalam upaya memajukan Tulungagung, Marsono menegaskan bahwa keduanya berjalan harmonis.
“Tugas dan fungsi DPRD meliputi penganggaran, pengawasan, dan legislasi. Kami menjalankan itu sesuai tupoksi, termasuk melakukan kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan,” pungkasnya.
(tim)
