BK DPRD Tulungagung Panggil Joko Tri, Suharminto SH: Prilaku Staf dan Satpam Yang Seperti Itu Banyak Sekali

CB, TULUNGAGUNG – Perseteruan anggota DPRD Joko Tri Asmoro (42) dan Ajis (25), petugas keamanan atau satpam RSUD dr Iskak Tulungagung, makin ‘meruncing’. Pasalnya, belum lama ini anggota DPRD dari PDIP itu telah dipanggil oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD setempat.

Dalam hal ini, anggota BK DPRD Tulungagung Suharminto SH membenarkan, kalau pihaknya telah memanggil pria yang akrab dipanggil Joko Tri ini terkait kasus yang telah viral di media sosial belum belum lama ini.

“Jadi kita sudah memeriksa dan meminta keterangan kepada yang bersangkutan (Joko Tri Asmoro, red). Dan setelah kita analisa vidio yang viral itu,  ternyata setelah kita analisa dan hasil informasi dari lapangan, itu hanya masalah sepele dan hanya sedikit salah paham,” kata Suharminto SH kepada beberapa wartawan di Gedung DPRD Tulungagung, Sabtu (08/07).

Akan tetapi, lanjutnya, masalah yang semestinya diselesaikan secara kekeluargaan itu,  malah justru saling lapor.

“Dari pihak rumah sakit kok sudah sampai laporan ke polisi. Jadi ini agak rumit sedikit,” kata Suharminto seraya mengatakan saat rapat membahas masalah Joko Tri ini dihadiri kisaran 4 orang, diantaranya Ketua BK.

 

Namun demikian, imbuhnya, dari hasil pemeriksaan BK, pihaknya belum menyimpulkan hasil alias hanya sebatas meminta keterangan dari yang bersangkutan saja. Namun, menurutnya, dari hasil saat melihat vidio itu,  pihaknya hanya terlihat Joko Tri hanya mengambil masker milik Ajis yang dipakainya itu alias tak ada pemukulan.

Namun demikian, dengan adanya kasus tersebut dan setelah ia dalami, ia menyampaikan kalau ini adalah momen yang baik untuk perbaikan semua. Dan, saat disinggung adakah jalan damai antara dua belah pihak itu,  dirinya pun menyampaikan kalau dua belah pihak sudah saling membawa masalah tersebut ke APH.

Terkait hal tersebut, lanjut pria yang biasa disapa Bedut ini, internal partai awalnya sangat menyayangkan tindakan Joko Tri, namun saat pihaknya mendalami malah justru agak terbalik.

Saat disinggung soal pelayanan yang diduga kurangnya humanis dan kadang terkesan ‘orangan’ dalam pelayanan di rumah sakit itu, dirinya pun tak menutup-nutupi kalau suara sumbang itu banyak ia dengar, akan tetapi itu bukanlah ranah BK.

Namun, sebagai Komisi C, yakni dengan kejadian ini justru ia malah senang. Dengan begitu, semua bisa mengetahui perilaku staf di bawah terhadap masyarakat yang mau berkunjung atau yang ada kepentingan di rumah sakit.

“Karena apa, pengaduan ke Komisi C melalui WhatsApp soal perilaku staf dan perilaku satpam yang seperti itu banyak sekali,” bebernya.

Masih kata Suharminto, dengan adanya kasus ini, secara langsung pimpinan rumah sakit bisa mereformasi dan mengevaluasi kinerja staf-stafnya. “Kejadian itu tidak terjadi pada Joko Tri saja, saya pun pernah mengalami sendiri,” ungkap Suharminto.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *