CB, TULUNGAGUNG -Musim penghujan membuat Jembatan Ngepeh yang berada di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, miring. Miringannya jembatan tersebut akibat terjangan banjir yang terjadi pada, Kamis (14/03). Tak pelak, akibat jembatan yang mengalami miring itu membuat warga sekitar takut melewati.
Turmudi, (40), warga sekitar menceritakan, yakni miringnya Jembatan Ngepeh mengakibatkan akses jalan terhambat. Meski masih bisa dilalui dengan jalan kaki, dan biasanya pengendara motor dapat melintas, namun saat ini merasa takut.
“Biasanya saya melintas di jembatan dengan mengendarai motor, tapi sekarang merasa takut mas,” katanya.
Dikonfirmasi via WhatsApp, Camat Kalidawir Rusdianto mengatakan, kalau ia sudah menyampaikan ke Kepala Desa Kalidawir, agar ada laporan resmi terkait adanya jembatan yang rusak akibat bencana tersebut.
“Ini tadi sudah saya sampaikan ke (Kades) Kalidawir supaya laporan kejadian ke BPBD, tembusan ke PU (Dinas PUPR-red),” kata Camat Rusdianto.
Dan, lanjut mantan Sekretaris Bappeda ini, untuk surat laporan sudah meluncur, dan hal ini dibuktikan oleh pihak Kecamatan Kalidawir yang telah menerima tembusan. “Tadi surat tembusan sudah sampai ke kecamatan,” jelasnya.
Pria pernah menjabat Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Tulungagung juga mengatakan, dirinya telah menyampaikan melalui telpon ke Sekretaris Dinas PUPR terkait terkait miringnya jembatan itu.
“Ini tadi secara via telepon sudah saya sampaikan ke sekretaris PU. Menunggu konfirmasi untuk pengecekan lokasi,” ungkapnya.
Saat ini, tambahnya, ia telah meminta ke pihak desa agar memasang tanda agar masyarakat atau pengguna jalan tidak melintas untuk sementara waktu di jembatan Ngepeh.
“Sementara untuk kepala desa, sudah saya sampaikan agar dikasih tanda untuk jembatan yang rusak. Supaya tidak membahayakan masyarakat,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Dwi Hari Subagyo mengatakan pihaknya secara resmi belum menerima laporan.
“Belum, saya cek ke staf juga belum ada laporan,” katanya. Namun demikian, imbuhnya, dari informasi yang didapatkan, iapun langsung cek apakah jembatan miring ini merupakan aset PUPR.
Dan, Alhasil, jembatan yang berada di Dukuh Ngepeh, Desa Kalidawir ini menurut Dwi Hari, dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Brantas.
“Hal yang bisa dilakukan koordinasi dengan BPBD, karena jembatan ini rusak akibat bencana,” jelasnya.
Pihak PUPR, tambah Dwi Hari, ia akan melakukan monitoring dan jika diperlukan akan memberikan bantuan berupa sesek agar ada jembatan sementara.
“Kita lakukan monitoring dan koordinasi, kedepan perbaikan atau pembangunan kembali jembatan itu bisa dianggarkan dari keuangan desa atau dana desa,” katanya.(rul)
