TNI-POLRI
Monev MBG Di SMAN 10 Surabaya, Kasek Berharap Tepat Sasaran
CB, Surabaya- Kepala Sekolah SMAN 10 Surabaya Teguh Santoso, S.Pd, MM berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa- siswi SMAN 10 Surabaya tepat sasaran. Monev sangat penting dilakukan untuk memastikan penerima manfaat dari program tersebut tepat sasaran serta menjamin makanan aman untuk dikonsumsi.
Hal tersebut disampaikannya, saat berlangsung Monitoring dan Evaluasi (Monev), yang dihadiri oleh Prof Trisno Peneliti Universitas Negeri 11 Maret (UNS), Samsudin perwakilan BGN/ SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) cabang Jemur Wonosari, Asijah Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo serta Dinas Pendidikan Kota Surabaya Rabu, (23/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut Teguh menyampaikan, data awal semua siswa SMAN 10 Surabaya, yang menerima MBG sebanyak 1.180 anak.Kemudian berkurang menjadi 880 anak, ini disebabkan, ada anak yang tidak menyukai menu MBG selain itu, anak yang sudah membawa bekal makanan dari rumah. Akibatnya, banyak makanan MBG yang tidak dimakan.
Pada kesempatan tersebut Teguh menegaskan, bahwa mendukung program MBG. Namun, dia berharap, agar program itu tepat sasaran. Artinya, yang menerima benar-benar yang membutuhkannya sehingga tidak mubazir.
” Jadi di sekolah kita itu semula ada 1000 lebih siswa yang menerima MBG. Namun, karena banyak yang terbuang/tidak dimakan maka kita seleksi lagi, kita tawari lagi. Anak-anak yang memang tidak mau tidak kita daftarkan sehingga yang terseleksi tinggal 800-an anak.” ujar Teguh
Ditambahkannya, dari jumlah itu anak-anak masih melihat menunya, kalau tidak cocok tidak dimakan kalau cocok dimakan. Kalau sampai terbuang kan, mubazir. Jadi kalau bisa MBG ini diberikan kepada anak-anak prasejahtera ke bawah/desil 1 sampai 5. sedangkan yang mampu untuk masalah gizi biar diurusi orangtuanya. Sehingga uang negara tidak terkuras habis untuk program MBG.
Sementara itu pernyataan senada juga disampaikan Asijah Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo mengatakan, sangat setuju penerima MBG berdasarkan desil sehingga benar-benar tepat sasaran.
” Untuk SPPG, permintaan dari pihak penerima sekolah khusus anak-anak kami di SMAN 10, jam 11 bisa di akomodir dan ring yang dimasak tidak terlalu jauh sehingga bisa meminimalkan expired.” pinta Asijah kepada pihak SPPG.(ncs,nuo)
