Warga Surabaya Menjerit, Satpol PP Gusur Wong Cilik Tanpa Beri Solusi

CB, SURABAYA – Penggusuran yang akan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kepada Pedagang Alminium yang berada di Jalan Semarang Surabaya, dinilai semena – mena dalam menjalankan tugasnya, Senin (16/07).

Pedagang yang sudah berpuluh-puluh tahun menempati didaerah jalan semarang itu hendak digusur tanpa di beri solusi yang jelas, seakan pemerintah enggan memikirkan nasib para pedagang alias “Wong Cilik”.

Dari informasi yang dihimpun, pedagang awalnya sudah membayar uang sewa sampai terakhir 2010, namun saat pedagang mau membayar ditahun berikutnya sudah tidak diperbolehkan membayar lagi.

Hasan salah satu korlap dari pedagang aluminium mengatakan, dirinya bersama pedagang yang lain sudah menempati dan berjualan selama berpuluh-puluh tahun.

“Mulai jaman kakek nenek kita berjualan disini dan kita juga sudah membayar uang sewa nya, padahal tanah ini tanah milik negara. Kita juga sebagai warga negara juga mempunyai hak untuk hidup dan juga mempunyi hak yang sama dimata hukum,” ujarnya.

Lanjut Hasan, selain tempat mengais rejekinya di rampas begitu saja dirinya juga merasa haknya sebagai warga negara indonesia telah dirampas oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Kita juga bagian masyarakat dan kita mau mempunyai hak dan kedudukan yang sama dimata hukum, kita juga mencari kehidupan untuk keluarga kita. kita menempati dan berjualan dijalan Semarang ini sudah bertahun-tahun bukan main gusur atau menyuruh kita pindah gitu saja, pemerintah juga harus memperhatikan tempat relokasi apakah layak atau tidak,” terangnya.

Dalam kasus penggusuran di jalan semarang ini, KBRS Perjuangan bersama (PEGAS) Paguyuban Sebelas Pedagang Aluminium Surabaya menolak penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP.  Pemerintah pun juga harus meninjau ulang untuk tempat relokasi di sentral PKL yang ada didaerah demak Surabaya.

“Padahal pedagang sudah mau mundur atau membokar 2 meter dari stand nya. Dan kita akan berkordinasi dengan Risma Wali kota Surabaya ini,”tambahnya. (Harry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *