CB, TULUNGAGUNG – Kepulangan para pekerja migran ke Tulungagung diprediksi terjadi pada pada periode Februari hingga Mei 2022 ini. Dalam periode empat bulan tersebut, para pekerja migran yang pulang diprediksi mencapai hampir 1.407 orang, sehingga diperlukan penanganan khusus agar berjalan dengan lancar.
Hal tersebut yang disampaikan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung usai mengikuti evaluasi PPKM level 1 di Pendopo Tulungagung Kongas Arum Kusumoning Bongso, Rabu (26/01).
“Kita sudah berpengalaman pada tahun kemarin, sehingga kita akan memberikan data kepada seluruh kades, per kecamatan per desa supaya pak kades nanti ikut mengawasi kedatangan warga yang selama ini ada diluar negeri dan supaya supaya fokus. Jadi, PPKM lebih fokus mengarah pada pekerja imigran yang ada,” kata Kadisnakertrans Kabupaten Tulungagung Agus Santoso kepada Cahaya Baru.
Untuk itu, lanjut mantan Camat Rejotangan ini, pihaknya bakal menyiapkan regulasi penjemputan para pekerja migran nanti.
“Jadi kita tetap menyiapkan regulasi penjemputan. Artinya, setelah dari Bandara Juanda dikarantina selama 6 hari, dan setelah ada vaksin kedua dan dinyatakan sehat boleh dijemput oleh pemerintah daerah,” jelas Agus.
Seperti pengalaman tahun lalu, imbuhnya, terkait penanganan pulangnya pekerja migran ini sudah terkoordinasi baik dari berbagai unsur. “Seperti pengalaman kemarin bagian menjemput itu Dishub, Disnakertrans mencatat kekurangan dan dokumentasi yang ada, Dinkes bagian kesehatan dan Forkompimcam dan kades menjemput di Disnakertrans untuk mengawasi sampai 14 hari. Apakah itu nanti dikarantina di desa atau karantina mandiri di rumah, dan harus genap 14 hari,” paparnya.
Dan yang ditakutkan, tambah Agus, adalah tiba-tiba datang tanpa sepengetahuan dan itu yang ia takutkan. Sehingga, antisipasi pulangnya para pekerja migran mulai hari pun sudah ia lakukan. Selain itu, upaya mengantisipasi terkait pekerja migran, khususnya yang ilegal mungkin juga lebih penting.
“Yang kita takutkan, tiba-tiba nanti datang, itu yang kita takutkan. Dan ini yang kita bicarakan yang legal. Dan, nanti yang antisipasi yang ilegal inilah yang paling sulit, karena mereka tidak terdaftar. Jadi, untuk saat ini Juanda sudah dibuka dan kita pun sudah melakukan koordinasi soal kedatangan bagi imigran,” katanya.(fa’i)
