DAERAH
Plt Bupati Buka Pameran Museum Tulungagung 2026, Angkat Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya
TULUNGAGUNG – Museum Daerah Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan ruang edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat melalui Pameran Museum Daerah Tulungagung 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Selasa (22/9/2026).
Tahun ini, pameran mengangkat tema “Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya.” Sejumlah koleksi dipamerkan, tidak hanya berasal dari Museum Daerah Tulungagung, tetapi juga dari berbagai museum, lembaga kebudayaan, serta komunitas dari sejumlah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan bahwa keberadaan museum memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyimpan benda-benda bersejarah.
Menurutnya, museum dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal perjalanan sejarah, perkembangan budaya, kreativitas manusia, sekaligus memahami identitas masyarakat dari berbagai periode.
“Setiap koleksi memiliki cerita dan makna yang berkaitan dengan perjalanan sejarah, identitas masyarakat, serta kemampuan dan kreativitas manusia pada masanya,” ujar Baharudin saat memberikan sambutan.
Berbagai benda bersejarah turut menjadi bagian dari pameran. Pengunjung dapat melihat koleksi berupa wayang, arca, peninggalan masa klasik, benda-benda perjuangan, hingga artefak yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan.
Koleksi yang beragam tersebut memperlihatkan berbagai bentuk peninggalan masyarakat masa lalu. Dari benda-benda itu, tersimpan gambaran mengenai pengetahuan, keterampilan, kehidupan sosial, serta kreativitas yang berkembang pada zamannya.
Baharudin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus memperkuat peran museum sebagai tempat belajar sekaligus ruang apresiasi terhadap sejarah dan kebudayaan.
Penguatan fungsi tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah dan pengelola museum, komunitas, institusi pendidikan, hingga masyarakat secara luas.
“Warisan sejarah dan budaya harus tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.
Ia berharap penyelenggaraan pameran tidak berhenti sebagai kegiatan untuk melihat benda-benda koleksi. Lebih dari itu, pameran diharapkan dapat menjadi ruang interaksi dan pertukaran pengetahuan mengenai seni, sejarah, serta budaya yang berasal dari berbagai daerah.
Dengan dibukanya pameran tersebut, Museum Daerah Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan perannya sebagai salah satu ruang publik untuk mengenalkan sekaligus mendekatkan warisan sejarah dan budaya kepada masyarakat.
Tim
