Pedagang Kecewa, Pembangunan TPS Pasar Pojok Ngantru Molor dari Jadwal Akibat Kendala Serapan Anggaran

CB, TULUNGAGUNG – Pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk relokasi pedagang Pasar Pojok, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah direncanakan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan para pedagang karena hingga kini kepastian lokasi relokasi belum juga terwujud.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung menargetkan pembangunan TPS dimulai pada pertengahan April 2026. TPS tersebut disiapkan sebagai lokasi relokasi bagi pedagang yang terdampak pembangunan Kantor Polsek Ngantru di sebagian area Pasar Pojok.

Tercatat sebanyak 11 kios dan 2 los terdampak proyek pembangunan tersebut. Akibatnya, sebanyak 41 pedagang harus direlokasi agar tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya.
Namun, rencana pembangunan TPS tidak berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, proses pembangunan masih belum terealisasi sehingga para pedagang belum mendapatkan kepastian tempat untuk relokasi.

Kepala Disperindag Tulungagung, Fajar Widariyanto, menjelaskan keterlambatan pembangunan TPS disebabkan adanya kebijakan penghentian sementara penyerapan anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 900/265/47.02/2025 yang diterbitkan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo, pada 10 April 2026.

“Pembangunan TPS Pasar Pojok terkendala karena tidak bisa melakukan serapan anggaran,” ujar Fajar, Jumat (5/6/2026).

Fajar menambahkan, saat ini OPD telah kembali diperbolehkan melakukan penyerapan anggaran setelah terbit Perbup Perubahan II APBD 2026. Dengan demikian, Disperindag segera melanjutkan proses penganggaran untuk merealisasikan pembangunan TPS Pasar Pojok.

“Setelah terbit pergeseran anggaran tahap II, kini anggaran sudah bisa diserap kembali,” terangnya.
Terkait progres pembangunan, Fajar menyebut saat ini proyek masih berada pada tahap pemilihan penyedia melalui mekanisme mini kompetisi. Disperindag telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk pembangunan TPS tersebut.

“Jika proses mini kompetisi untuk menentukan penyedia sudah selesai, target kami pembangunan TPS Pasar Pojok dapat rampung dalam waktu empat bulan,” pungkasnya.
(Khairul Anam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *