Pemerintah Daerah Kirimkan Pasokan Makanan untuk Warga yang Disandera KKB

CB, (Mimika-Papua) – Warga Desa Banti dan Desa Kimbely yang terisolasi akibat penyanderaan KKB mendapatkan pasokan dua  kontainer bahan makanan yang telah disiapkan untuk sekitar 1.300 warga, Minggu (12/11/2017). 

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Mimika diserahkan melalui aparat penegak hukum yang bertugas dalam operasi Satgas Terpadu.

Kepala Kampung Banti, Yohanes Yamany meminta agar KKB memberikan akses kepada masyarakat untuk pergi ke Tembagapura mengambil bahan makanan yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Jalan ke Kampung Banti sama sekali diblokade oleh kelompok ini. Situasi di sana sangat memprihatinkan. Bahan makanan sudah mulai habis. Apalagi, banyak warganya yang masih anak-anak yang mudah terserang penyakit,” ujar Yohanes Yamany.

Selain itu, Kepala Distrik Tembaga, Martinus Nugoba mengatakan kesiapannya untuk menunggu kapan sembako dapat diambil.

“Jangan sampai warga kelaparan, saya siap menunggu kapan sembako yang ada ini akan diambil, besok pun kami menunggu,” tuturnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan persuasif agar situasi di Distrik Tembagapura kembali normal.

“Kami berharap dengan semua pihak harus menjaga keselamatan masyarakat baik dari intimidasi maupun kelaparan. Maka kami berharap KKB membuka akses jalan dari Banti ke Tembagapura agar masyarakat dapat mengambil sembako yang sudah tersedia di samping Polsek Tembagapura,” tuturnya.

Kabid Humas Polda Papua menuturkan bahwa pihaknya tidak akan melakukan evakuasi masyarakat sampai kelompok tersebut meninggalkan desa dan menyerahkan diri.

“Kampung itu milik masyarakat, buat apa kita evakuasi kalau kelompok ini pergi. Tapi kita sudah siap untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, yakni strategi apabila evakuasi harus dilakukan, termasuk kendaraan sudah di-stand by-kan,” jelasnya.

Kapolda Papua Irjen Pol. Boy Rafli Amar menegaskan, saat ini Polri dan TNI terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebaskan dari intimidasi dan ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata.

“Kalau untuk informasi disekap belum ada, hanya dilarang keluar daerah itu. Informasinya sementara kondisi masyarakat masih dalam kondisi cukup baik. Saat ini Tim Satgas Terpadu TNI-Polri masih melakukan upaya di lapangan,” pungkasnya. (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *