CB, TULUNGAGUNG – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung menggelar bakti sosial dengan menghadirkan beragam layanan sosial bagi masyarakat, Rabu (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso tersebut menyasar berbagai kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial.
Kolaborasi Kemensos melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung dengan Dinsos Tulungagung ini menyalurkan bantuan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Bantuan ATENSI diberikan kepada penerima dari lima klaster, yakni Klaster Anak, Klaster Disabilitas, Klaster Lansia, Klaster ODHIV, dan Klaster Rentan.
Rinciannya, bantuan diberikan kepada belasan penerima dari Klaster Anak, puluhan penerima Klaster Disabilitas, puluhan penerima Klaster Lansia, 33 penerima Klaster ODHIV, serta belasan penerima Klaster Rentan.
Dan, bentuk bantuan yang disalurkan beragam, yakni mulai dari tambahan nutrisi dan sembako, perlengkapan kebutuhan hidup layak, peralatan usaha, hingga alat bantu disabilitas.
Sejumlah penerima juga mendapatkan bantuan berupa kasur, selimut, lemari, handuk, kompor gas dan LPG, sepeda untuk anak, serta peralatan dan bahan untuk mendukung kegiatan usaha.
Selain penyaluran bantuan, rangkaian bakti sosial juga diisi dengan khitanan massal yang diikuti 11 anak. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.
Sekretaris Dinsos Tulungagung Eko Hadi, mewakili Kepala Dinsos Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemensos, khususnya Sentra Terpadu Kartini Temanggung.
Eko berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama kelompok masyarakat pada desil satu hingga empat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial RI, khususnya Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat Tulungagung yang mendapatkan manfaat,” ungkap Eko.
Menurut Eko, ke depan pelayanan sosial di Tulungagung perlu dikembangkan secara lebih terpadu. Hal tersebut dinilai penting mengingat sejumlah layanan saat ini masih menggunakan gedung milik Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.
“Ke depan, pelayanan bisa menjadi lebih terpadu, termasuk tersedianya terapi, shelter untuk ODGJ, dan layanan lainnya. Dengan begitu, pelayanan kesejahteraan sosial di Tulungagung akan semakin baik,” pungkasnya.
(Tim)
