CB, TULUNGAGUNG-Lagi , maraknya ‘ocehan’ masyarakat di media sosial (medsos)soal acara Purnawiyata atau wisuda di Tulungagung, semakin seru. Mereka, para masyarakat, anggap kegiatan tersebut terkesan tak efektif dan justru terkesan hura-hura belaka.
Bahkan, kegiatan yang kini semakin santer disorot masyarakat itu dianggap jadi beban orang tua murid. Di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kalidawir Kabupaten Tulungagung ini misalnya, saat menggelar Purnawiyata di sebuah hotel megah yang berlokasi di Kota Tulungagung, yakni hotel Lojik-ka sebelumya tak ada rembukan dengan wali murid. Ironis memang.
Sehingga, dengan tanpa ajak rembukan wali murid ini, kegiatan Purnawiyata ini terkesan dipaksakan. Ada apakah dibalik kegiatan Purnawiyata ini?
Akibat ulah yang kurang bijak dari pihak sekolah ini, DS (56), salah satu wali murid SMPN 1 Kalidawir merasa terbodohi, karena tak ada undangan dari pihak sekolah. Bahkan, iapun baru tahu setelah anaknya meminta uang untuk acara purnawiyata itu sejumlah Rp.300.000.
“Saat itu kami merasa bingung. Sebab, selain iuaran purnawiyata kami juga harus mempersiapkan uang untuk membeli bensin mobil tetangga Rp.120.000, uang rias dan sewa pakaian Rp.130.000. Dan itu belum uang saku anak saya,” kata DS kepada Cahaya Baru dengan nada memelas.
Tak hanya mengeluarkan uang sebesar Rp.600 ribu plus uang saku saja, imbuhnya, pihak sekolah juga masih memungut iuran pada siswa sebesar Rp. 20.000. Uang iuran itu, menurutnya, dipergunakan menyewa orkes dangdut di halaman sekolah.
“Tentu ini membuat saya bertambah bingung. Dan semestinya, pihak sekolah gelar pentas seni dan budaya, malah justru mengundang orkes dangdut yang penyanyinya memakai rok mini,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Kalidawir saat akan dikonfirmasi tak ada ditempat. Dan, hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum berhasil ditemui.( rul)
