Mengintip Langkah Bupati Maryoto Dalam Pilkada 2024?

  1. Oleh Herry “Karidi” Nurista

Kisaran satu tahun dua bulan, yakni pilihan kepala daerah (Pilkada) atau pesta rakyat di Tulungagung bakal digelar. Bahkan, ada beberapa pejabat Pemkab Tulungagung mulai running. Seperti Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo, dr Supriyato selaku Direktur RSUD dr Iskak, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Santoso. Minimal, poster-poster mereka bertebaran di sudut-sudut kota dan
desa di daerah yang berjuluk Kota Marmer ini. Ya tentu isinya rata-rata minta doa dan dukungan dari warga masyarakat Tulungagung.

Apakah hanya tiga orang tersebut yang macung bupati? Entahlah. Sedangkan pendaftaran di tingkat partai politik saja belum dibuka. Parpol lebih konsentrasi ke pilihan legislatif, yang digelar lebih awal daripada pilkada.

Namun ada satu nama yang ditunggu-tunggu oleh warga Tulungagung. Dia adalah Maryoto Birowo, bupati periode 2018-2023. Warga menebak-nebak, apakah Maryoto Birowo macung bupati atau tidak.

Dalam sebuah kesempatan, para jurnalis bertanya ke Maryoto Birowo. Apakah dia akan macung lagi. Jawabannya, masih misterius. Dia malah menyodorkan tiga pejabat yang hampir pasti running pilkada Tulungagung 2024. Yakni Gatut Sunu, dr Supriyanto dan Santoso.

Masa jabatan Maryoto bakal berakhir September ini. Apakah Mbah To -begitu kalangan pendukung memanggilnya- akan macung bupati Tulungagung juga? Atau apa langkah Mbah To mendatang?

Ada 3 (tiga) langkah yang bisa diambil Mbah To. Pertama: mandek pandito. Kedua: running alias macung bupati. Ketiga: key people.

1. Mandek Pandito
Istilah ini -setahu penulis- sering digunakan para dalang wayang kulit saat menggambarkan seorang raja atau penguasa yang mudun keprabon. Ia sudah tidak lagi cawe-cawe urusan pemerintahan. Waktunya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Salah satunya memperbanyak amal ibadah.

Mandek pandito nge-trend saat digunakan Presiden Soeharto ketika beliau mengundurkan diri. Hampir semua koran nasional menggunakan kata tersebut sebagai headline.

Tidak dipungkiri, usia Maryoto Birowo makin sepuh. Mungkin saatnya menghabiskan waktu bersama pasangan, anak dan cucu. Menikmati masa tua bersama orang yang dikasihi. Sekaligus memberi kesempatan kepada yang lebih muda untuk menata Tulungagung ke depan.

2. Macung Bupati
Maryoto Birowo merupakan pejabat yang beruntung. Ia memulai karir PNS dari nol. Kemudian merangkak hingga menduduki jabatan-jabatam penting. Dari kepala Bapeda Tulungagung, dan Dinas Pendidikan Tulungagung. Karier birokratnya mencapai level tertinggi, yakni sekretaris daerah Tulungagung.

Belum lagi jabatan politik. Mulai wakil bupati hingga akhirnya bupati Tulungagung. Pokoknya paket komplet. Rasanya tidak ada pejabat di Tulungagung yang memiliki pengalaman sekomplet beliau.

Tentu pengalaman itu sangat penting. Selama lima (5) tahun kepemimpinannya, nyaris tidak ada gejolak yang berarti. Kalaupun riak-riak gelompang, itu hal yang normal.

Itulah sebabnya, banyak yang berharap agar Mbah To tetap menjadi Tulungagung satu (1) untuk lima tahun ke depan.

3. Key People
Menjadi orang kunci. Begitu kira-kira arti key people. Maksutnya, Mbah To tidak macung bupati lagi. Tapi menyiapkan putra mahkota untuk dijadikan bupati ke depan.

Ia bertindak sebagai pembuka pintu gerbang bagi calon bupati yang menurutnya cocok melanjutkan estafet kepemimpinanya. Menyiapkan karpet merah agar calon bupati pilihannya bisa mulus meraup suara maksimal di pilkada 2024. Mbah To juga bisa nyaman menikmati masa pensiun karena tidak ada yang “ngongreh-ngongreh” kebijakannya selama lima tahun lalu.

Tapi tolong key peopel jangan disalahartikan lo ya…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *