CB, TULUNGAGUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakra Tulungagung belum lama ini telah melaporkan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung, di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Diharap, laporan yang dilayangkan pada aparat penegak hukum (APH) segera ada tindakan serius.
Dan, laporan LSM Cakra tersebut dari hasil temuan di RUP tentang anggaran kegiatan kedinasan ketua dan anggota dewan Tulungagung bareng pejabat eselon ll serta kegiatan Ketua Dewan dan Bupati Kepala Daerah Tulungagung, ke DKI Jakarta itu diduga sarat masalah.
Namun demikian, sebelum ia melaporkan Sekda ke Kejari Tulungagung, terlebih dulu LSM Cakra telah bersurat ke Sekretaris Dewan dan Sekda Tulungagung. Namun, ironis, jawaban itu bertolak belakang alias tidak sama.
Saat dikonfirmasi sejauhmana langkah yang dilakukan Kejari Tulungagung soal laporan LSM Cakra tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung Achmad Muchlis SH, MH melalui Kasi Intel Amri Rahmanto SH, MH mengatakan, untuk saat ini belum dilakukan adanya pemeriksaan. Sebab, menurutnya, dari hasil temuan LSM Cakra anggaran tahun 2023 dan rencana pemeriksaan bakal dilakukan di awal tahun 2024.
“Belum, kalau yang 2023 belum bisa kita. Kalau yang Perdin suratnya sudah masuk, bahkan kemarin mereka (LSM Cakra, red) menanyakan terkait itu dan sekarang kami konsep. Dalam artian, pasti kita tindaklanjuti,” kata Amri seraya mengatakan soal masalah waktu masih belum dan pasti bakal ditangani.
Amri juga menjelaskan, selain yang masuk di Kejaksaan Negeri Tulungagung, laporan-laporan itu juga ada yang dari Kajati Jatim yang ia harus tindaklanjuti.
“Tembusan-tembusan dari Kajati kan harus kita lanjuti juga, sehingga harus mencari strategi yang tepat,” ungkapnya.
Amri juga menyampaikan, terkait hal tersebut tentunya juga bakal berpengaruh pada penyerapan anggaran. Kendati untuk pelaksanaan pemeriksaan itu belum ia lakukan, akan tetapi dalam kasus tersebut dirinya sudah mengukur serta ada hitungan yang cukup matang.
“Terkait hal ini kan berpengaruh juga dengan penyerapan anggaran. Dalam artian, kadang-kadang strategi kami itu sengaja kami ulur di akhir tahun, kalau pun nanti kita naikkan bisa di awal tahun,” jelasnya.(rul)
