CB Blitar – Saat ini pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024. Upaya ini tentu bukan hal yang dapat dicapai dengan bekerja sendiri, namun membutuhkan kerja sama, komitmen dan kolaborasi dari seluruh lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait mulai dari tingkat Pusat sampai Daerah.
Dengan pernyataan diatas, Pemerintah Desa Sumber Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ikut mendorong pencapaian penurunan stunting dengan mengadakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan stunting melalui pemberian gizi tambahan kepada 8 anak balita yang dilaksanakan di Balai Desa setempat, Jumat, (29/9/2023).
Kepala Desa (Kades) Sumber, Suyudi Hariyanto menyampaikan bahwa Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.
“Intinya satu, sebagai ibu harus berlomba – lomba bagaimana anak pertumbuhannya menjadi yang lebih baik. Anaknya pandai yang bangga ibunya, pertumbuhannya bagus yang bangga juga ibunya. Jadi yang namanya stunting tidak usah khawatir,” kata Kades.
Dalam hal ini, kata Kades Sumber, pemerintah desa akan terus memperhatikan dan mengoptimalkan, serta pemerintah pusat juga turut memperhatikan permasalahan stunting.
“Kalau pertumbuhan anak itu lambat, akhirnya mempengaruhi yang namanya daya pikir. Untuk itu harapan dari pemerintah itu sebisa mungkin anak itu lebih pertumbuhannya bagus dan cerdas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Sri Lestari Kurniawati juga menyampaikan bahwa program stunting itu diharapkan bisa terus menurun dan habis.
“Kalau bisa desa Sumber itu nantinya tidak ada stuntingnya. Jadi kalau nanti ibu – ibu sudah tidak diundang, berarti sudah lolos. Namun bila masih diundang brati masih stunting,” ujarnya.
Stunting di desa Sumber, kata KPM, grafiknya naik turun. Tidak bisa ditentukan. Kadang naik kadang juga turun.
“Seperti sekarang ini, yang hadir ada 8, bulan depan bisa 6 dan juga bisa 9 orang. Kalau harapanya yang jelas desa Sumber tidak ada stunting,” tuturnya. .
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, KPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan, Kader kesehatan stunting dan peserta balita berjumlah 8 orang.
“Kegiatan ini dilakukan tiap dua minggu sekali, jadi satu bulan dilaksanakan pemberian makanan tambahan sebanyak dua kali,” ungkapnya.
“Selain pemberian makanan tambahan juga dilakukan pengecekan rutin dan evaluasi tentang perkembangan dan pertumbuhan tinggi serta berat badannya,” imbuhnya.
Salah satu warga dusun Sumber, Anisa (35) bersama anaknya yang berusia 3 tahun mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah desa Sumber atas program stunting yang memperhatikan perkembangan anak balita.
“Dengan adanya program ini, untuk makanan setiap hari menjadi terjaga dan terkontrol. Sehingga pertumbuhan dan perkembanganya menjadi bagus,” katanya. (Pram)
