Adanya Program RT Keren, di Kelurahan Tlumpu Ekonomi Warga Meningkat

CB Blitar – Realisasi Program RT Keren hingga akhir tahun 2023 di Kelurahan Tlumpu Kecamatan Sukorejo Kota Blitar mencalai 100 persen.

Kepala Kelurahan Tlumpu, Muheni menyampaikan bahwa di wilayahnya ada empat RW dan 16 RT dengan empat pokmas. Masing – masing RW mempunyai pokmas sendiri.

“RT keren kemarin itu ada yang masuk PAK yaitu dua titik. Tapi alhamdulillah sekarang sudah selesai sehingga keseluruhan sudah mencapai 100 persen,” tutur Muheni saat diwawancarai awak media, Rabu (13/12/2023).

Dikatakan Kepala Kdlurahan Tlumpu, karena ada dua titik yang harus dirubah. Hal ini terkait adanya pengajuan pembuatan dumpal dan pembangunan gapura diaturannya tahun ini sudah tidak diperbolehkan.

Untuk itu, perubahan program pengajuan dari dumpal dan gapura menjadi pavingisasi dan penutupan saluran air masuk ke PAK.

“Kalau itu tadi fisik, kalau untuk non fisik ibu – ibu kebanyakan mengadakan pelatihan olahan makanan termasuk sirup jahe. Tapi ada juga pelatihan pembuatan batako, pelatihan batik dan juga pelatihan las. Namun semua itu masih tingkat dasar,” ucapnya.

Lebih lanjut, Lurah Tlumpu, untuk mengadakan pelatihan tingkat mahir, yang jelas anggarannya belum mencukupi.

“Untuk program RT keren non fisik yang terus berkembang adalah batik. Di Ketapang sini bisa mengembangkan sendiri. Dari pelatihan yang tingkat dasar itu ditindak lanjuti sendiri, sdkarang menjadi lebih berkembang,” ungkapnya.

Produk – produk dari hasil pelatihan RT Keren, besok tanggal 25  kita tampilkan semua di ajang RT Keren Award yang dilaksanakan di Pemkot Blitar.

“Jadi dengan adanya Program RT Keren menambah income keluarga. Dengan begitu bisa menjasi sejahtera. Harapan kami, RT keren ini untuk kedepan masih terus ada.dan wargapun juga mengharapkan itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW 2, Jatmiko, ia mengatakan bahwa diwilayahnya ada empat RT yang dibawahi dan masing – masing RT menerima Rp.50 juta.

“Kegiatan RT keren dilaksanakan oleh pokmas dan dibentuk oleh RW. Jadi apabila ada tokoh masyarakag yang berpotensi dalam bidang masing – masing akan kita kita rekrut,” ucapnya.

Jatmiko yanv akrab disapa Miko menjelaskan bahwa baik RT maupun RW tidak ikut andil disitu tapi hanya memantau dan memberikan titik kegiatan yang menerima manfaat,” ujar Jatmiko saat ditemui dikediamannya.

“Untuk titik kegiatan merujuk pada musrenbang 2022. Untuk kegiatan fisik mengadakan rpembangunan pavingisasi. Dan itupu menyesuaikan dengan anggarannya. Namun demikian semuanya terealisasi dengan lancar dan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dilingkungannya untuk non fisik ada ibu – ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT) diberi peluang baru melalui program RT Keren.

“Untuk yang 30 persen digunakan sebagai pelatihan kripik nangka, pelatihan batik, pelatihan kripik buah nada juga ada. Situp dari buah naga juga ada. Dan itupun Insa Alloh berjalan dimana ada kegiatan kota Blitar, UMKM ada gebyaran di Kecamatan, ibu – ibupun ikut andil didalamnya,’ urainya.

“Jadi dampak positifnya dari program RT Keren banyak sekali, kalau fisik karena itu akses jalan yang ssbelumnya masih berupa tanah otomatis dengan adanya pavingisasi menjadi nyaman dalam berkendara,” kata Jatmiko mengahiri wawancara dengan awak media.(Pram/kmfkota)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *