Program Gizi di Tengah Sorotan: Pemkab dan DPR RI Pastikan MBG Tetap Aman Bagi Pelajar

CB, TULUNGAGUNG – Pasca puluhan siswa SMP Negeri 1 Boyolangu mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bergerak cepat bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono.

Tanpa menunggu waktu lama, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan Heru Tjahjono langsung turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar keamanan dan mutu gizi.

Langkah cepat ini diawali dengan monitoring dan evaluasi menyeluruh di dapur penyedia MBG milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Gusti Maringi Mukti, yang berlokasi di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat. Kunjungan tersebut menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan DPR dalam menjamin kualitas makanan dan kesehatan peserta didik.

Bahkan, Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian telah mengamankan sampel makanan dari lokasi penyedia MBG untuk dilakukan uji laboratorium. Ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan sekaligus menjamin transparansi dalam proses investigasi.

Setelah meninjau dapur penyedia makanan, Bupati Gatut Sunu dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Boyolangu untuk menjenguk para siswa yang sempat menjalani perawatan. Kabar baiknya, sebagian besar siswa telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik secara signifikan.

Dalam keterangannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan rasa syukur atas kondisi para siswa yang mulai membaik, sembari mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam mengonsumsi makanan.

“Alhamdulillah anak-anak sudah membaik. Saya imbau kepada seluruh penerima program MBG untuk selalu berhati-hati. Sebelum makan, periksa terlebih dahulu kondisi makanan, baik dari aroma maupun teksturnya. Bila ada bau yang mencurigakan, lebih baik tidak dikonsumsi,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Heru Tjahjono, Anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Tulungagung, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program MBG berjalan aman dan sesuai standar.

“Program strategis seperti MBG ini tidak hanya soal gizi, tapi juga soal keamanan pangan. Pengelola SPPG wajib menerapkan SOP higienis secara ketat. Semua pihak harus menjaga kualitas mulai dari bahan baku hingga proses distribusi,” ujarnya.

Mantan Sekdaprov Jatim ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Tulungagung, Dinas Kesehatan, dan seluruh pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program yang merupakan bagian dari agenda nasional dalam meningkatkan gizi anak sekolah.

Respons cepat dari Pemkab Tulungagung bersama DPR RI ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar bermanfaat bagi para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Agus Suswantoro, Plt Kepala Dinas Kesehatan Anna Sapti Saripah, Camat Campurdarat, Camat Boyolangu, jajaran Forkopimcam, serta Kepala UPT Puskesmas Boyolangu.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *