CB, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda PAUD Surabaya menggelar bimbingan teknis (Bimtek) implementasi kebijakan PAUD Bermutu Tahun 2026. Tujuan digelarnya bimtek tersebut agar layanan PAUD Holistik Terintegratif (HI) berjalan semakin baik di Kota Surabaya ke depannya.
Bimtek kali ini turut dihadiri oleh Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani dan Koordinator Koalisi Nasional PAUD HI, Irma Yuliantina. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati.
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan, bimtek ini harus terus dilakukan karena PAUD HI merupakan bagian dari program 13 tahun wajib belajar yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI). Selain itu, Kota Surabaya juga menjadi percontohan nasional dan internasional, agar PAUD HI bisa berjalan baik hingga ke tingkat RW.
“Jadi intinya bagaimana PAUD Holistik Integratif ini bisa diterapkan, tidak hanya pendidikan saja, akan tetapi juga pelayanan kesehatannya, bagaimana psikologinya buat anak, itu menjadi satu kesatuan untuk bisa dijalankan di masing-masing kecamatan, kelurahan, bahkan di tingkat RW,” kata Rini, Senin (27/7/2026).
Untuk mempertahankan Surabaya sebagai kota percontohan PAUD HI, Rini menyampaikan, Bunda PAUD tidak berjalan sendiri. Bunda PAUD Surabaya terus melakukan penguatan terhadap Bunda PAUD di tingkat kecamatan, kelurahan hingga RW.
“Program sudah bagus, program sudah hebat, tetapi kalau tidak bisa dijalankan dengan baik sampai ke lini yang paling bawah, percuma. Karena itu saya harus saling menguatkan sehingga bisa berjalan dengan baik,” kata Rini.
Rini menyebutkan, di tahun ajaran baru kali ini Pemkot bersama Bunda PAUD Surabaya membuka tiga sekolah PAUD Negeri sekaligus. Diantaranya yaitu Program PAUD Terpadu (PPT) Seruni Nambangan, TK Inklusi Seruni Sonokwijenan, dan Sekolah Satu Atap yang di dalamnya terdapat jenjang TK hingga SD.
“Semoga, harapan kami untuk membangun sekolah negeri bisa terwujud lagi di tahun depan. Semoga anggarannya ada, dan semua bisa terfasilitasi,” sebutnya.
Sementara itu, Koordinator Koalisi Nasional PAUD HI, Irma Yuliantina menyampaikan, alasan Surabaya menjadi percontohan PAUD HI karena Asia-Pasific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bersama Koalisi Nasional PAUD HI menilai Surabaya masuk dalam kandidat Act for Early Years. Selain itu, Irma melihat, bahwa Kota Surabaya juga memiliki tiga hal penting yang diperlukan dalam PAUD HI, diantaranya yakni kesehatan, pendidikan, dan pengasuhan yang universal.
“Jadi kami melihat bagaimana Surabaya terintegrasi ya layanan kesehatannya, kemudian pendidikan yang universal itu kita melihat ada (PAUD) yang di pasar, kemudian terkoneksi bagaimana juga memastikan anak usia dini usia dua sampai tujuh tahun itu sekolah. Sehingga kita melihat memang Kota Surabaya memiliki antusias atau kepedulian,” kata Irma.
Selain itu, Irma menilai, model pengasuhan universal yang dijalankan Pemkot bersama Bunda PAUD Kota Surabaya juga saling terkoneksi. Salah satunya yakni melalui Kader Surabaya Hebat (KSH). Seperti diketahui, KSH di Kota Surabaya juga memiliki peran penting dalam mendidik anak PAUD di Kota Pahlawan.
“Bahkan tadi kader-kadernya juga diajari bagaimana mendidik anak-anak ini, sehingga itu bisa terkoneksi dengan keluarga. Kami sangat yakin, bahwa Kota Surabaya memang berhak untuk ke level internasional terkait pendidikan anak usia dininya sudah sangat baik,” paparnya.
Tidak hanya itu, Irma menambahkan, integrasi antar perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot juga ikut mengantarkan PAUD Surabaya menjadi percontohan nasional. “Mudah-mudahan nanti 6-8 Oktober kita lakukan di Jakarta untuk (penguatan) di Asia-Pasifik, kemudian tahun depan kita untuk dunianya,” pungkasnya. (bud)
